FENOMENA AKUN GALAUW-udah gausah salahin akunnya. udah gausah salah salahan, yuk berbenah diri bersama

Banyak beredar sekarang di media social akun akun yang bisa kita bilang “akun galau”, yang kamu tahu sendiri, kerap posting hal hal galau yang di like ratusan, bahkan ribuan orang. Dan ada lagi akun akun para “aktivis” yang kerap posting permasalahan Negara yang sangat membosankan, dan menyalahkan sana sini, saling menuduh dan menjelek jelekkan yang lain. Bilang ini gara gara si ini, ini gara gara si itu. Dan kadang akun “aktivis itu juga mengecam postingan akun akun galau yang dinilai tidak mendidik dan mengajarkan bangsa Indonesia untuk menjadi pribadi yang galau, lemah dan seterusnya lah makin mereka yang saya juga muak juga dibuatnya. Mari kita kupas permasalahannya.

Pertama dari sisi “akun galau” tersebut. Motivasi sang admin untuk mendirikan akun iu apa sih? Iya, uang. Mereka membuat itu untuk keuntungan semata. Mungkin awalnya iseng tapi karena mendatangkan keuntungan, jadi jalan terus deh. Mungkinkah mereka posting hal demikian dengan niat untuk merusak mental para pemuda? Saya yakin tidak. Cari uang saja tidak sempat boro boro  mau bikin konspirasi😀. Mereka posting hal tersebut karena ternyata postingan jenis itu lebih laris dibanding postingan model sok bijak lainnya. Jadilah mereka terus menerus posting hal galau yang lebih berguna untuk menaikkan rating akun mereka ketimbang posting hal bijak. Kedua dari sisi yag nge like (dalam hal ini bilang saja pemuda Indonesia).

Kedua dari sisi likers nya. Apakah anda sebegitu yakinnya mereka galau karena diajarin sama akun akun galau tadi? Kurasa tidak. Tak mungkin mental galau terbentuk hanya dalam beberapa tahun saja semenjak internet dan social media pertama kali booming dan harga kuota internet turun untuk bisa dijangkau para pemuda labil. Nah, jadi memang mental pemuda indoneia lah yang dari dulunya memang peuh kegalauan dalam hal cinta, baper dst dst. Mental semacam ini dimanfaatkan para pemilik “akun galau” untuk mengambil keuntungan sebanyak banyaknya.

Jadi jangan lagi salahkan “akun galau” tersebut. Mereka orang orang kreatif, produktif, yang bisa memanfaatkan situasi. Ketika arus pemikiran pemuda Indonesia sudah lebih maju dari sekedar galau galau, saya yakin orang orang cerdas ini akan menyesuaikan postingan akunnya untuk menjaga agar rate akunnya tetap stabil (setidaknya saya berharap haha). Sebaliknya, mari kita kritisi pendidikan di Negara kita, saya sendiri juga belum punya solusi untuk pendidikan di negri ini. Yang saya tahu hanya satu: peran wanita SANGAT BESAR disini sebagai pendidik utama anak anak bangsa, kuncup bunga bangsa yang akan mekar indah jika dirawat dengan baik oleh lingkungan sekitarnya (terutama keluarga)

Buat akun yang suka posting hal bermanfaat, semangat ya dalam berbagi faedah dan ilmu. Nanti kedepannya ketika orag Indonesia tak lagi dikuasai dinasti kebaperan dan kegalauan insya Allah rezeki dari Allah akan menghujani kalian bertubi tubi😀, eiits, itu baru dunia nya, kalau niatmu bener, pahalanya juga bertubi tubi nanti, kan kata nabi “barang siapa ang mengajarkan sunnah yang baik maka ia akan mendapat ganjaran sama seperti orang yng diajarinya tanpa megurangi pahala orang tersebut”. Tertarik? Semangat bermanfaat!

Categories: (5) 18-->, comments, Q-notes, Uncategorized | Leave a comment

PILIHAN BELAJAR

pilihannya hanya ada 3:
1. belajar ilmu syar’i sebagai tujuan utama dan tak ada lainnya
2. belajar ilmu syari sebagai tujuan utama, ilmu umum sebagai sampingan
3. belajar ilmu umum sebagai prioritas, ilmu syar’i sebagai sampingan
maaf, tak ada pilihan ke 4

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Relawan Muslim

Perkara ghaib hanya sedikit sekali diketahui oleh manusia. Ghaib itu tidak hanya sesuatu yang biasa kita sebut “demit” atau malaikat atau apapun itu. Perkara ghaib juga meliputi hal hal yang tidak kita ketahui semisal: “apa yang terjadi di rumah ketika kita sedang di masjid?”. Inilah yang dinamakan Ghaib nisbi.  Definisi dari ghaib nisbi yaitu perkara ghaib yang diketahui sebagian orang dan tidak diketahui sebagian yang lain. Siapa yang tahu jika tak menanyakan kepada orang lain? Juga meliputi apa yang akan terjadi di masa yang akan datang, misalnya kapan terjadinya hari kiamat? Inilah yang dinamakan ghaib mutlak, yaitu ghaib yang hanya diketahui oleh Allah. Tak ada satupun makhluk yang mengetahuinya, bahkan jin seklaipun. Bukti bahwa jin tidak mengetahui perkara yang bersifat ghaib mutlak tertulis di Al-Quran surat jin ayat 7 yang artinya:

“Dan sesungguhnya mereka (jin) menyangka sebagaimana prasangkaan kamu (orang-orang kafir mekah), bahwa Allah sekali-kali tidak akan membangkitkan seorang (Rasul) pun”

hal ini mengisyaratkan bahwa jin dan juga manusia memiliki tingkat pengetahuan yang sederajat, dimana orang-orang kafir mekah banyak yang mengira tidak aka nada nabi lagi, sebagaimana para jin juga menyangka seperti itu. Jadi, dustalah para dukun itu. Janganlah sekali kali percaya padanya, karena memercayai saja apa yang mereka katakan, misal tentang takdir Allah, itu sudah dihitung sebagai syirik!

Sesuatu tentang masa depan tak mungkin bisa kita ketahui. Setelah nabi Muhammad diutus, Allah menjaga ketat langit, sehingga tak mungkin mereka bisa mencuri curi kabar sebagaimana yang dulu mereka lakukan.

“dan sesungguhnya kami pernah datang ke langit dan mencoba mengetahui (rahasia) langit, namun kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api”

Ayat ini menceritakan, menurut para Ahli tafsir sebelum rasulullah diutus, para jin ada yang bisa terbang untuk datang bahkan duduk duduk di langit lalu mereka terkadang mengetahui berita berita langit sesuai yang Allah kehendaki untuk mereka ketahui. Tapi setelah Rasul lahir, langit dijaga ketat dengan tujuan untuk menutup peluang bagi manusia untuk memercayai perkataan para wali syaithan, yaitu para dukun. Kematian ada di tangan Allah, tak usahlah kita mengurusinya, kapan meninggal? Dimana meninggal? Meninggalnya dengan cara apa? Itu semua adalah suratan takdir yang dituliskan Allah untuk kita yang tak perlu kita campur tangani. Yang bisa kita lakukan hanyalah terus berdoa agar kita dimatikan dalam keadaan husnul khatimah, dengan senantiasa beristiqomah untuk berbuat baik. Jangan sekali kali bersengaja untuk bermaksiat. Ketika akan bermaksiat ingatlah nasihat dari seorang ulama tentang tips kita menghindari maksiat: jika ingin bermaksiat: 1. Jangan gunakan nikmat dari Allah, 2. Jangan di tempat milik Allah, 3. jangan sampai terlihat oleh Allah, 4. Kalau nanti tiba tiba datang malaikat maut, sanggupkah kita minta korting nyawa untuk beberapa saat, sekedar berbuat kebaikan di akhir?, 5. Ketika nanti di hari akhir, sanggupkah kita merengek kepada malaikat yang akan menyeret kita ke neraka agar hatinya luluh dan mengasihani kita? Insya Allah dengan mengingat 5 perkara ini, kita bisa beristiqomah untuk tidak bermaksiat. Lakukanlah hal-hal yang positif. Yang berguna untuk kita lakukan. Karena sesuai sabda nabi: “ dari kebaikan islam seseorang yaitu, ia meninggalkan apa yang tak berguna baginya”. Menolong orang bukanlah sesuatu yang tidak berguna. Dalam kaidah, sesuatu yang kemaslahatannya lebih besar lebih diutamakan, dibanding yang terlihat lebih baik tapi kemaslahatan kecil. Misal: orang yang akan melakukan kerja sosial, dan saat itu jadwalnya ia puasa senin misal. Maka berbuka lebih baik baginya jika ia merasa capek. Karena dengan lelahnya dia, maka kemaslahatan akan berkurang. Sedangkan puasa itu hanya untuk dirinya sendiri. Maka lebih baik berbuka daripada kerja bermanfaat bagi orang banyak yang tak maksimal.

Bagi para dokter atau keluarga dokter, ketahuilah! Tugas utamamu adalah menolong orang. Bahkan mungkin dengan sumpah sumpah yang bukan sumpah syariat, isinya tetap sama, yaitu bahwa dokter akan menolong pasien. Terutama orang yang sangat membutuhkan, seperti saudara saudara kita di Negara Negara yang sedang konflik. Seperti suriah. Saya pernah mendengar cerita dari seseorang yang sudah ke sana, beliau menceritakan bahwa, hanya ada SATU dokter ahli bedah dalam 1 rumah sakit. yaitu ahli bedah syaraf atau ortopedi (beliau bukan orang kedokteran yang tak mengerti istilah istilah ini, maklumilah jika beliau salah) si dokter bedah ini kerja setahun penuh tanpa pulang, karena tak ada yang menggantikan. Bantuan yang datang hanya berupa benda, belum ada yang mengirimkan berupa tenaga pembantu. Sedangkan dalam kondisi perang, ahli bedah sangatlah dibutuhkan untuk merawat para mujahid yang terluka. Partner beliau, seorang berkebangsaan jerman, ditembak musuh ketika sedang berjalan-jalan santai bersama keluarga. Tinggallah ia sendiri. Dengan berita meninggalnya dokter jerman tadi (muslim) harusnya tidak menurunkan semangat jihad kita, karena ia terhitung sebagai syuhada! Ia mati tak sia sia, ia mati ketika dalam misi penyelamatan para korban perang muslim. Mana dokter muslim lainnya? Apakah hanya ada 1 dokter ahli bedah yang muslim di dunia ini?? Tidak! Tidak! Tidak! Banyak sekali dokter muslim, bahkan mungkin yang lebih ahli. Tapi yang mau berjihad, merelakan hidupnya dijalan Allah hanya sedikit sekali.

Beruntung sekalilah dokter yang meninggal disana itu maupun partnernya. Tiap hari pasti sangat banyak kebaikan yang Allah berikan padanya karena jihadnya. Ia tak menikmati hartanya kecuali hanya sedikit. Dengan kesibukan dan kondisi seperti itu, Siapa yang bisa santai? Ia juga punya keluarga. Ia ingin bertemu keluarganya, tapi keinginannya ini dibatasi kesibukan luar biasanya di jalan Allah.. Subhanallah..

Untuk apa kita takut kematian dengan memikirkannya bahkan mencari tahu kapan datangnya? Harusnya jika kita takut kematian = takut pada Allah = cinta Allah = banyak banyak siapin amalan buat bertemu dengan Allah. Masalah bagaimana matinya atau apalah segala sesuatu tentang itu, adalah perkara ghaib mutlak. sudah dituliskan Allah sebagai takdir kita. Yang bisa kita lakukan hanya berdoa dan berusaha menjadi yang terbaik. Jangan takut menjadi tim SAR yang maslahatnya pasti sangat banyak, karena mati sudah ada jatahnya, sebagaimana jodoh (eehh?)

sumber:

http://www.muslim.or.id

kajian ust Afifi A.W., Masjid Pogung Raya Sleman yogyakarta

tugas PAI dr. Probo Suseno Sp. PD, (K)Ger

Categories: Q-notes, quote | Leave a comment

Anak Anak Camen – Bukti Kasih Sayang Ikhlas Seorang Ibu.

Masjid megah itu.. ya masjid itu, aku sangat tertarik dengan masjid itu, aku merasa sangat bersyukur telah ditempatkan oleh Allah di wisma dekat masjid itu dan mendapatkan kesempatan untuk mengurus masjid megah itu. Dengan tempat tinggal yang dekat dengan masjid, peluangku bisa mewujudkan salah satu syarat calon penghuni surga, yaitu remaja yang hatinya terpaut dengan masjid semakin mudah tercapai, insya Allah..

Masjid megah itu memiliki seorang imam yang sudah agak tua, tetapi bacaannya fasih dan bagus, tak seperti masjid masjid kampung yang pernah kutemui yang bahkan bacaannya panjang-pendeknya gak karu karuan, udah gitu makhorijul hurufnya ngaco lagi (astaghfirullah, saya sering kesel dalam hati gara2 ini). Yah, intinya, masjid berdinding kaca ini (seperti akuarium) memang sangat menenangkan dan menyenangkan!

Beberapa kali aku mulai sholat disana saat aku mulai tinggal di jogja, aku mulai sedikit familiar dengan seseorang lelaki yang biasa sholat di dekat hijab tempat solat wanita. Aneh memang awalnya, tapi setelah tahu mentalnya yang terbelakang sejak lahir, aku merasa itu biasa. Bukan biasa mentalnya terbelakang, tapi biasa orang seperti itu sholat di belakang. Dari belakang sana, ia sering mengucapkan kalimat takbir dengan suara keras, itulah kenapa ia sangat eye catching. Itulah pertama kali aku melihat kebelakang untuk memerhatikannya.

Sebenarnya kenapa ia sholat di belakang? ternyata itu bukan kemauannya, tapi orang tuanya (ibunya) menjaganya disana. Ibunya membawanya dari rumah ke masjid, jika ia belum mengenakan celana panjang dari rumah (pake celana pedek, bukan telanjang, week :p) ibunya memakaikan untuknya di masjid. Dari belakang sana, ia melakukan aksi eye catching tadi.

Jika memerhatikan mereka berdua, subhanallah… aku berani mengatakan, ia adalah orang tua paling sabar yang pernah kutemui. Anaknya yang cacat mental, tak hanya satu! Tapi DUA orang! Bahkan anaknya yang satu lagi tak bisa apa apa.. tak seperti yg sering ke masjid, yang masih bisa diajak sholat. Ia benar benar hanya bisa melakukan kegiatan kegiatan standar manusia :makan, minum, bergerak. Tapi, orang tuanya tidak melakukan apa yang biasanya dilakukan orang orang di kampung yang sering kudengar: dipasung. Tidak! Yang masih bisa sholat ya diajak ke masjid, yang tak bisa apa apa ya ditinggal di rumah dengan bebas berkeliaran di sekitar rumahnya. Yang diajak ke masjid pun, berkali kali membuat ulah. Ia sering maju ke depan, ke tempat imam hanya untuk nggremeng (mengeluarkan bunyi bunyi aneh yang tidak dimengerti orang) jadi penjagaan ibunya memang harus ekstra, sangat ekstra. Dan ternyata, mungkin dia sering maju ke tempat imam karena terinspirasi bapaknya yang ternyata adalah imam masjid di sana! Begitu juga kakaknya.. subhanallah.. (ibu tadi memiliki 5 anak, yang 3 lainnya normal dan keren >.<)

Saya pernah sekali main ke rumah sang imam, lalu kutanyakan tentang 2 anak tadi. Ia masih membela anaknya dan sangat mengecam yahudi. Ia berkeyakinan bahwa program KB adalah program dari yahudi untuk mengurangi populasi umat muslim. Dan kedua anaknya adalah korban program KB yang tidak sempurna. Masya Allah.. yahudi la’natullah alaih.. akankah ada saat dimana yahudi dan muslim damai?

Saya bandingkan dengan orang cacat mental yang pernah kutemui yang lainnya. Dia tak cacat sejak lahir, tapi setelah masuk kuliah di Teknik Mesin UGM. Akrab dipanggil Yusman. Dia kena kecelakaan sejak tahun 1999 (menurut sumber yg saya dapat) dan sejak itu, ia gegar otak dan cacat mental. Sepertinya sebelum pikirannya mati, ia adalah orang yang sangat sholeh. Terbukti dari kebiasaannya dari masjid ke masjid dan sholatnya yang.. waw.. saya pernah melihat dia mulai sholat, lalu kumulai tilawah. Setelah saya selesai tilawah dapat 1 juz, dia belum selesai sholatnya (wew). Dia juga punya hafalan Al Quran. Terbukti dengan pose mengaji yang membawa mushaf dan dibuka, tapi yang dibaca bukan yang dibukanya, melainkan apa yang dulu pernah ia hafal. Dimana rumahnya? Rumahnya di MALUKU! Sedangkan orangtuanya membiarkan ia di jogja melalang buana. MANA KASIH SAYANG ORANG TUA YANG IKHLAS? APAKAH ANAK ITU HANYA UNTUK DIAMBIL KEUNTUNGANNYA SAJA? DIBANGGAKAN KEPINTARAN OTAKNYA? DIJADIKAN PENGHASILAN HARI TUA? Sungguh, jika ada orang tua yang menganggap anak seperti itu, ia benar benar GAK TAU DIRI.

Sampai sekarang pun.. subhanallah.. si anak pak imam tadi masih sering ke masjid ditemani ibunya dan sholat di dekat hijab wanita. Dan juga tak jarang ia maju ke depan dan nggremeng dengan tujuan yang tidak saya mengerti. Mungkin ambisi jadi pengisi kajian ya, andaikan dia waras, pasti ia sangat semangat membagikan ilmunya. Ibunya pun masih mengurusi anaknya itu dengan sabar, tak tertinggal ananya yang di rumah. Ya Allah, pertemukanlah aku dengan istri semacam itu ya Allah.. yang menyayangi anak anaknya dengan tulus, tak berharap keuntungan apapun. Untuk orangtuanya, berikanlah kesabaran yang kuat, kekuatan yang lebih dalam menjalankan amanahnya. berikanlah balasan yang berlipat lipat ganda untuk kesabarannya. Begitu juga dengan si yusman. Rutinitasnya berkelana dari masjid ke masjid masih ada. Semangat ibadahnya juga masih oke. Ya Allah, sadarkanlah kedua orangtuanya.

Categories: (5) 18-->, O-notes, Q-notes | Leave a comment

“mbah pengung”-sebuah bukti

Pagi yang indah itu.. di sebuah masjid megah di daerah pogung. di tengah kesibukan menyikati tempat wudhu. Tiba2 ada suara dengungan kecil, yang lama lama dengungan itu makin kencang. Karena saat itu sedang pagi buta, saya sendiri merasa bingung suara apa sebenarnya itu.. sempat sedikit panik, tolah toleh kesana kemari.. dan ternyata.. sosok itu! Hahaha~

Ya, itu dia. Akrab dipanggil dengan sebutan “mbah pengung” mungkin karena bicaranya yang hanya bisa menyuarakan dengungan, atau ada maksud lain dari kata “pengung” itu sendiri. Jika kutanya siapa yang memberi nama, tak seorangpun tau. Apalagi jika kutanya tentang apa artinya.. haha~

Apa yang spesial dari orang ini? Ya, dia memiliki sebuah “kekurangan”. Sepertinya (analisis) dia tuna rungu sejak lahir sehingga dia menjadi tidak bisa bicara. Bisa mengeluarkan suara tapi tak bisa mengolahnya. Ya, karena biasanya orang yang tuna rungu akan menjadi tuna wicara juga akhirnya. Darimana dia bisa belajar bicara jika ia tuna rungu total?

Sebenarnya yang membuat saya sedikit kaget adalah, ketika ada teman yang menceritakan bahwa ia sudah menikah dan punya anak. Sedikit tak percaya, tapi memang subhanallah, rezeki Allah memang meliputi segala sesuatu. Datangnya pun dari tempat yang mungkin tak disangka sangka. Tapi memang fakta menunjukkan, DIA MENIKAH dan DIA PUNYA ANAK! Saya benar benar tak bisa membayangkan, bagaimana caranya berkomunikasi dengan keluarganya, tapi sekali lagi, memang Allah sang maha pemberi rezeki ya..

Mbah pengung ini adalah seorang petugas kebersihan di daerah pogung. Saya tak tahu, apakah ada waktu dia pergi ke daerah lain, tapi yang saya hafal, daerah lantai dua masjid pogung raya adalah wilayah kekuasaannya jika sedang beres beres persiapan sholat jumat. Lantas, para ta’mir akrab dengannya, tahu bahasa bahasa tubuhnya, tahu apa makna “pengungan”nya, sampai sampai yang saya sedikit kaget awalnya, bisa bercanda dengannya. Jadi awalnya mbah pengung melihat seseorang takmir tabrakan di motor. Saat sedang menghitung uang, tiba tiba dia langsung berdengung sambil tersenyum (senyumnya susah ditebak) sambil mengadukan kedua tangannya. Dia tertawa puas (begitu juga dengan tawanya)

Yah, intinya.. memang begitulah kehidupan. Rezeki tiap makhluk sudah dijamin oleh Allah SWT. Jangan takut akan kehabisan, karena Dia akan memberimu rexeki, bahkan dari tempat yang tak kau sangka2 atau orang lain perkirakan. Yang penting, tetap jaga keistiqomahan hati kita agar tidak “tersesat karena rezeki”

Categories: (5) 18-->, my life's journey, Q-notes | Leave a comment

Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,197 other followers